Mengenang Guru Jason Saragih Pahlawan Pendidikan Simalungun

Date:

- Advertisement -










Mengenang Guru Jason Saragih, Pahlawan Pendidikan di Kabupaten Simalungun

Mengenang Guru Jason Saragih Pahlawan Pendidikan Simalungun
Guru Jason Saragih

Simalungun, Nusantaradodels.com

Guru Jason Saragih merupakan pelopor/Bapak Pendidik Simalungun.

Siapakah sebenarnya Guru Jason Saragih?

Erman Saragih, cucu tertua Guru Jason Saragih, melalui Agustinus Zulkarnain Sitompul, yang merupakan cucu dari anak perempuan atau boru, menerangkan bahwa oppung atau kakeknya itu lahir di Naga Kesiangan, yang sekarang masuk wilayah Kabupaten Serdang Bedagai, dulunya Kabupaten Simalungun, pada tahun 1883.

Guru Jason Saragih merupakan putra dari pasangan suami istri Balim Saragih dan Urow br Purba. Sedangkan kakeknya bernama Mula Saragih. Kakek dan ayahnya sama-sama merupakan Panglima Raja Raya.

Diketahui, keberadaan keluarga mereka di Naga Kesiangan atas permohonan Raja Bajalingge kepada Raja Raya untuk menjaga perdamaian di perbatasan Kerajaan Tebing Tinggi dan Bajalingge. Sebab, saat itu sering terjadi peperangan antara Kerajaan Tebing Tinggi dan Kerajaan Bajalingge.

Namun, pada tahun 1904, setelah kedua orang tuanya meninggal dunia, Guru Jason Saragih kembali ke Pematang Raya. Ia ikut dalam rombongan Controleur Belanda.

Guru Jason yang memiliki keahlian pencak silat atau pandihar sangat diperhitungkan kemampuan bela dirinya. Sehingga, Pemerintah Belanda mengangkatnya menjadi mandor/mandur untuk membuka jalan Hutailing-Tiga Runggu-Pematang Raya, hingga ke Pematang Siantar.

Ketika itu, ia melihat sangat banyak anak-anak dan pemuda/pemudi yang tidak mendapat pendidikan. Atas berbagai pertimbangan, Guru Jason memilih mundur dari jabatannya sebagai mandor/mandur.

Kemudian, ia menemui Pendeta August Theis, penginjil Eropa pertama yang datang ke Simalungun, dan meminta dibaptis. Tak lama, Guru Jason yang memiliki cita-cita menjadi pendidik dikirim ke Seminari Depok, di Pulau Jawa, guna mengikuti pendidikan guru.

Tanggal 1 Juli 1911, saat usianya 28 tahun, Guru Jason berangkat ke Depok menggunakan kapal laut.

Ia menjadi pemuda Simalungun pertama yang berkesempatan bersekolah atau mendapat pendidikan di Pulau Jawa. Selama empat tahun, ia belajar di Depok dan lulus dengan menyandang gelar Diploma Guru.

Dengan bekal ilmu dari Pulau Jawa, Guru Jason kembali ke Pematang Raya, Simalungun. Ia memulai kariernya sebagai guru bantu di Zending Volkschool di Pematang Raya. Hingga kemudian, ia diangkat sebagai kepala sekolah di Zendings Vervolgschool atau sekolah lanjutan.

Murid-muridnya banyak yang berasal dari Sondi Raya, Mangadai, Dolok Kasihan, Nagatongah, Simandamei, Tambahan, serta daerah/huta lain di wilayah Kabupaten Simalungun.

Karena ada saja kendala, tidak jarang Guru Jason langsung menjemput murid-muridnya ke rumah masing-masing untuk berangkat ke sekolah dan belajar.

Tanggal 3 September 1928, Guru Jason bersama sejumlah tokoh Simalungun di Pematang Raya mendirikan “Komite Na Ra Marpodah”. Ia diangkat menjadi ketua komite yang bertugas menerjemahkan buku-buku pendidikan ke dalam bahasa Simalungun, yaitu Rudang Ragi-Ragian.

Untuk kehidupan pribadinya, Guru Jason diketahui menikah dengan Maria br Damanik pada tanggal 19 Juli 1916. Maria br Damanik merupakan putri dari Udung Damanik dan Bungairim br Saragih.

Dari pernikahannya, Guru Jason dan Maria br Damanik dikaruniai 10 orang anak, yakni 5 laki-laki dan 5 perempuan. Kesepuluh anak tersebut yaitu Baraencius Saragih, Ronna Saragih, Maudin Saragih, Amir Saragih, Aben Saragih, Liana Saragih, Tohang Saragih, Leila Saragih, Osda Saragih, dan Delima Saragih. Saat ini, ke-10 putra-putri Guru Jason Saragih sudah meninggal dunia.

Setelah selama 43 tahun mengabdi sebagai pendidik, pada tanggal 1 Februari 1958, di usia 75 tahun, Guru Jason Saragih memasuki masa pensiun sebagai guru. Meskipun dalam masa pensiun, Guru Jason tetap melakukan pengabdian dengan mengajar anak-anak dan pemuda/i Simalungun, mengingat jumlah tenaga pendidik yang masih terbatas pada masa itu. Pengabdian sebagai seorang guru telah melahirkan banyak anak didik yang tersebar di seantero Nusantara.

Lima tahun kemudian, tepatnya pada 30 Maret 1963, Guru Jason Saragih meninggal dunia dan tutup usia pada umur 80 tahun. Ia dimakamkan di areal lahan pribadinya di Pematang Raya pada 2 April 1963.

Dua bulan setelah Guru Jason Saragih meninggal dunia, Bupati Simalungun saat itu, Radjamin Poerba BC HK, melalui Surat Keputusan atau SK Nomor 305/1963-Uod tanggal 29 Mei 1963, memberikan gelar penghormatan “Pelopor/Bapak Pendidik Simalungun” kepada Almarhum Guru Jason Saragih.

Disebutkan dalam SK tersebut, gelar diberikan sebagai tanda penghargaan/penghormatan atas jasa-jasa dan kegiatan-kegiatan Almarhum Guru Jason Saragih sebagai seorang Pelopor/Bapak Pendidik Simalungun yang telah mengabdikan diri demi kemajuan anak-anak, pemuda/i, dan generasi Simalungun untuk keluar dari jurang kebodohan. Pada akhirnya, generasi muda tersebut telah menyebar di seluruh kepulauan Indonesia sehingga membawa kemajuan masyarakat Simalungun pada umumnya.

Atas pengabdian Guru Jason Saragih dalam dunia pendidikan, Pemerintah Kabupaten Simalungun juga telah mengabadikan nama jalan di Kota Pematang Siantar dan Sondy Raya sebagai penghormatan atas jasa-jasa Almarhum.

Nusantara Dodels
Nusantara Dodelshttp://nusantaradodels.com
Media Berita Nusantara Bersatu

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share post:

Kabar via e-Mail

NusantaraDodelsNusantaraDodels

Berita Populer

Kabar Terbaru
Related

Wali Kota Wesly Kagum Lihat Karya Peserta Khattil Qur’an MTQN Kota Pematangsiantar

Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi SH MKn meninjau langsung...

Ketua TP PKK Ny Liswati Serahkan Bantuan Peralatan kepada Pelaku UMKM Kader UP2K di Kelurahan Tomuan

Ketua TP PKK Kota Pematangsiantar Ny Liswati Wesly Silalahi...

Wali Kota Wesly Sampaikan Penandatanganan Kesepakatan Bersama Dinsos P3A, LKS dan LKSA Momentum Perkuat Kolaborasi

Penandatanganan Kesepakatan Bersama Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar melalui Dinas...