Inflasi April 2026 Terkendali, BI Pematangsiantar Perkuat Sinergi Jaga Stabilitas Harga

Date:

- Advertisement -










Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Pematangsiantar melaporkan perkembangan inflasi di wilayah kerjanya pada April 2026 yang tetap terkendali di tengah tekanan pasca Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri dan dinamika global.

Dua wilayah pantauan Indeks Harga Konsumen (IHK), yakni Kota Pematangsiantar dan Kabupaten Labuhanbatu, mampu menjaga stabilitas harga sejumlah komoditas bahan pokok penting (bapokting). Kondisi ini melanjutkan tren positif setelah kedua daerah tersebut mencatatkan deflasi pada Maret 2026.

Secara bulanan, inflasi di Kota Pematangsiantar tercatat sebesar 0,19% (month to month/mtm), dengan inflasi tahunan mencapai 3,62% (year on year/yoy) dan inflasi tahun berjalan sebesar 0,63% (year to date/ytd).

Sementara itu, Kabupaten Labuhanbatu mencatat inflasi 0,72% (mtm), dengan inflasi tahunan sebesar 3,33% (yoy) dan inflasi tahun berjalan 0,10% (ytd). Tekanan inflasi terutama dipicu oleh kenaikan harga minyak goreng akibat terbatasnya pasokan serta meningkatnya biaya bahan kemasan plastik. Selain itu, komoditas hortikultura seperti bawang merah dan tomat juga turut memberikan andil terhadap kenaikan harga.

Di Kota Pematangsiantar, penyumbang inflasi terbesar berasal dari minyak goreng sebesar 0,09%, diikuti bawang merah dan tomat masing-masing sebesar 0,05%. Adapun komoditas yang menahan inflasi (deflasi) antara lain daging ayam ras, emas perhiasan, dan cabai merah.

Sementara di Kabupaten Labuhanbatu, inflasi didorong oleh kenaikan harga ikan kembung sebesar 0,28%, tomat 0,23%, dan bawang merah 0,13%. Komoditas yang berkontribusi terhadap deflasi antara lain cabai merah, emas perhiasan, dan daging ayam ras.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar, Ahmadi Rahman, menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil sinergi erat Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dalam menjaga kecukupan pasokan dan stabilitas harga di tengah ketidakpastian global dan domestik.

“Koordinasi terus diperkuat, baik dalam pengembangan infrastruktur pangan seperti cold storage, penguatan Toko Pengendali Inflasi (TOPIS), hingga pembahasan isu strategis seperti kenaikan harga plastik dan bahan bakar minyak,” ujarnya.

Dari sisi pengendalian ekspektasi, berbagai langkah komunikasi publik juga dilakukan, seperti rilis inflasi rutin, inspeksi mendadak ke pasar, serta kampanye belanja bijak dan penggunaan kantong ramah lingkungan.

Selain itu, intervensi langsung melalui program Pasar Murah, Gerakan Pangan Murah (GPM), dan Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP) terus digencarkan. Sepanjang April 2026, telah dilaksanakan tiga kali GPM dan tiga kali kegiatan distribusi pangan di sejumlah kecamatan untuk memastikan akses pangan yang lebih merata.

Ke depan, KPwBI Pematangsiantar bersama TPID akan terus memperkuat strategi pengendalian inflasi melalui pendekatan 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.

Dengan sinergi seluruh pemangku kepentingan, stabilitas harga diharapkan tetap terjaga guna mendukung daya beli masyarakat dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Bank Indonesia juga menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas nilai rupiah serta memperkuat koordinasi kebijakan dengan pemerintah pusat dan daerah.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share post:

Kabar via e-Mail

NusantaraDodelsNusantaraDodels

Berita Populer

Kabar Terbaru
Related

Wali Kota Wesly Kagum Lihat Karya Peserta Khattil Qur’an MTQN Kota Pematangsiantar

Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi SH MKn meninjau langsung...

Ketua TP PKK Ny Liswati Serahkan Bantuan Peralatan kepada Pelaku UMKM Kader UP2K di Kelurahan Tomuan

Ketua TP PKK Kota Pematangsiantar Ny Liswati Wesly Silalahi...

Wali Kota Wesly Sampaikan Penandatanganan Kesepakatan Bersama Dinsos P3A, LKS dan LKSA Momentum Perkuat Kolaborasi

Penandatanganan Kesepakatan Bersama Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar melalui Dinas...