Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Pematangsiantar terus memperkuat literasi kebanksentralan di kalangan pelajar. Komitmen itu diwujudkan melalui kunjungan edukasi yang diikuti 110 siswa dan 11 guru pendamping dari SMK 1 Perguruan Tamansiswa Pematangsiantar di Lantai 4 Gedung Bank Indonesia, Selasa (12/5/2026).
Kegiatan tersebut bertujuan memberikan wawasan kepada generasi muda mengenai peran strategis Bank Indonesia (BI) dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional sekaligus memperkenalkan transformasi digital di sektor keuangan.
Mewakili KPwBI Pematangsiantar, Kepala Unit Implementasi Kebijakan Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah, Muhammad Fauzan Robbani, menjelaskan bahwa tugas BI bukan hanya mencetak uang. Sebagai bank sentral, BI memiliki mandat utama menjaga kestabilan nilai rupiah, baik terhadap barang dan jasa melalui pengendalian inflasi maupun terhadap mata uang asing melalui stabilitas nilai tukar.
Dalam paparannya, Fauzan menjelaskan tiga pilar utama tugas Bank Indonesia, yakni kebijakan moneter untuk mengendalikan inflasi demi pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, sistem pembayaran guna menjamin kelancaran transaksi tunai dan nontunai termasuk digitalisasi melalui QRIS, serta menjaga stabilitas sistem keuangan agar sektor perbankan tetap sehat.
“Kami ingin memastikan ketersediaan uang rupiah yang layak edar hingga pelosok negeri, sembari terus mengajak masyarakat untuk semakin Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah,” ujar Fauzan.
Sementara itu, Kepala SMK 1 Perguruan Tamansiswa Pematangsiantar, Martua Marpaung SPd, mengapresiasi keterbukaan BI Pematangsiantar dalam memberikan ruang pembelajaran kepada para siswa/i.
Menurutnya, pengalaman belajar langsung di lapangan lebih efektif dibandingkan hanya mempelajari teori di dalam kelas.
“Kami berharap ilmu yang diperoleh hari ini dapat diimplementasikan oleh para siswa. Wawasan mengenai dunia ekonomi dan keuangan sangat penting sebagai bekal mereka di masa depan,” kata Martua.
Selain mendapatkan materi mengenai kebanksentralan, para siswa juga diajak berdiskusi interaktif mengenai sistem pembayaran digital yang aman, cepat, dan efisien.
Di tengah era transformasi digital, pemahaman mengenai keamanan transaksi dinilai penting bagi Generasi Z yang akrab dengan teknologi digital.
Melalui kunjungan edukasi tersebut, para siswa diharapkan tidak hanya menjadi pengguna jasa keuangan yang bijak, tetapi juga mampu menjadi agen literasi keuangan di lingkungan masing-masing.











